If you go away,
On this summer's day,
Then you might as well,
Take the sun away,
All the birds that flew,
In the summer sky,
When our love was new,
And our hearts were high,
And the day was young,
And the nights were long,
And the moon stood still,
For the night bird's song.
If you go away,
If you go away,
If you go away..
But if you stay,
I'll make you a day,
Like no day has been,
Or will be again,
We'll sail on the sun,
We'll ride on the rain,
And talk to the trees,
And worship the wind.
But if you go,
I'll understand,
Leave me just enough love,
To fill up my hand.
If you go away,
If you go away,
If you go away..
If you go away,
As I know you will,
You must tell the world,
To stop turning,
Til you return again,
If you ever do,
For what good is love,
Without loving you?
Can I tell you now,
As you turn to go,
I'll be dying slowly,
Till the next hello.
If you go away,
If you go away,
If you go away..
But if you stay,
I'll make you a night,
Like no night has been,
Or will be again,
I'll sail on your smile,
I'll ride on your touch,
I'll talk to your eyes,
That I love you so much.
But if you go,
I won't cry,
Though the good is gone,
From the word goodbye.
If you go away,
If you go away,
If you go away..
If you go away,
As I know you must,
There is nothing left,
In this world to trust,
Just an empty room,
Full of empty space,
Like the empty look,
I see on your face,
And I'd been the shadow,
Of your shadow,
If you might have kept me,
By your side.
If you go away,
If you go away,
If you go away..
If you go away,
If you go away..
Walau setiap hayunan langkah akan bersilih ganti bertemu kebahagiaan dan kedukaan, jangan pernah merasa benci akan nasib diri. Setiap kesakitan dan kebahagiaan itu adalah lakaran indah dari Tuhan. Hidup ini terlalu indah untuk dipersiakan..
Tuesday, February 16, 2010
Friday, January 29, 2010
BERSAMA BEBAYANG PELANGI
Sedari dulu,
Dia seperti berlari-lari mengejar bebayang pelanginya sendiri,
Dia mahu bikin bebayang itu, jadi realiti,
Bukan hanya ilusi maya yang tidak mampu digapai oleh sesiapapun,
Apa yang dia mahu, agar pelangi maha indah itu,
Bisa mengiringi setiap perjalanannya, sehingga nyawa mengakhiri perjalanan hidupnya.
Dia mahu itu semua, dia perlu itu semua.
Kasihnya pada sang bintang, melebihi sayangnya si bintang pada rembulan,
Cinta si bintang pada rembulan itu, tidakkan mampu menandingi rindunya dia pada bintangnya,
Namun, tiada siapa pun yang tahu bagaimana kesakitan dia menanggung semua itu sendiri,
Sendiri tanpa balasan,
Sendiri tanpa teman,
Sendiri dengan seribu satu macam kesakitan dan kelukaan,
Sendiri tanpa penyesalan.
Apa mahunya dia??
Hanya impian membentuk dirinya bersama kekasih bintangnya,
Kan berubah menjadi pelangi nan indah.
Dia seperti berlari-lari mengejar bebayang pelanginya sendiri,
Dia mahu bikin bebayang itu, jadi realiti,
Bukan hanya ilusi maya yang tidak mampu digapai oleh sesiapapun,
Apa yang dia mahu, agar pelangi maha indah itu,
Bisa mengiringi setiap perjalanannya, sehingga nyawa mengakhiri perjalanan hidupnya.
Dia mahu itu semua, dia perlu itu semua.
Kasihnya pada sang bintang, melebihi sayangnya si bintang pada rembulan,
Cinta si bintang pada rembulan itu, tidakkan mampu menandingi rindunya dia pada bintangnya,
Namun, tiada siapa pun yang tahu bagaimana kesakitan dia menanggung semua itu sendiri,
Sendiri tanpa balasan,
Sendiri tanpa teman,
Sendiri dengan seribu satu macam kesakitan dan kelukaan,
Sendiri tanpa penyesalan.
Apa mahunya dia??
Hanya impian membentuk dirinya bersama kekasih bintangnya,
Kan berubah menjadi pelangi nan indah.
Monday, January 25, 2010
PERGI HATI
Jantung berdegup kencang hebat,
Rasa bagai mau tercampak keluar dari penampungnya,
Tika membaca bait2 kata itu,
Hanya rasa sayu yang menemani kelukaan hati.
Puisi lagu yang sering kukarang dulu,
Menjadi peneman setia bersama kenangan,
Untuk aku bisa bertahan,
Walau sesaat cuma aku harus cekalkan,
Agar pepasir putih tidak lagi menghempas sang pantai.
Di saat bahagia melabuhkan tirainya,
Hanya sepi menjadi peneman setia,
Untuk kesekian kalinya dia jatuh lagi,
Mengharapkan kaki dukanya bisa melangkah pergi..
Rasa bagai mau tercampak keluar dari penampungnya,
Tika membaca bait2 kata itu,
Hanya rasa sayu yang menemani kelukaan hati.
Puisi lagu yang sering kukarang dulu,
Menjadi peneman setia bersama kenangan,
Untuk aku bisa bertahan,
Walau sesaat cuma aku harus cekalkan,
Agar pepasir putih tidak lagi menghempas sang pantai.
Di saat bahagia melabuhkan tirainya,
Hanya sepi menjadi peneman setia,
Untuk kesekian kalinya dia jatuh lagi,
Mengharapkan kaki dukanya bisa melangkah pergi..
Sunday, November 29, 2009
PEOPLE ALWAYS LEAVE
Apakah yang akan kau rasa?
Bila mana orang yang kau sayang,
Orang yang kau sanjung,
Orang yang kau puja,
Akan pergi meninggalkan dirimu jauh,
Di saat dia mencapai bahagianya, dan kau bertemu kedukaanmu,
Di saat kau sangat membutuhkannya, tetapi dia melangkah pergi jauh darimu.
Apakah gunanya rasamu itu,
Jika kau tahu dia akan melukaimu,
Dia akan menginjak-injak tubuhmu,
Dia akan merobek siat hatimu,
Dia akan melapah daging, menyentap urat sarafmu,
Dia akan mencelaka sialkan kebaikanmu,
Sampai kau jatuh lumpuh tersungkur,
Dia tidak hairan, dia tidak peduli,
Kerana kau itu, bukan siapa apapun baginya,
Kerana kau itu, hanya persimpangan cuma.
Dia sudah punya sebuah jasad yang dia panggil cinta,
Dia sudah punya sebuah naluri yang dia panggil sayang,
Dia sudah punya hembusan nafas yang dia selalu rindu,
Dia sudah punya seseorang yang dia selalu tunggu,
Lalu, apa gunanya engkau terus menghimpitkan dirimu lagi,
Lalu, apa gunanya engkau terus menghancurkan, melukai hatimu lagi.
Sudah cukuplah beberapa kali kau menderita, hati,
Sudah cukuplah beberapa kali kau memujuk diri,
Walaupun tidak terhitung butir jernih itu jatuh ke pipi,
Sudah cukuplah kau mensampahkan dirimu ke bumi.
Jangan mengagungkan seorang manusia,
Kerna dia bukan Tuhan,
Jangan menyanjungi hamba Pencipta,
Kerna dia bukan kekasihNya,
Tetapi,
Berilah kasih sayangmu kepada mereka secara berpada,
Sayangi hatimu dan jiwamu dahulu,
Dan kemudiannya, kau curahkan dan sedekahkan kepada yang layak menerimanya,
Kerna itulah sebaiknya,
Kau, dia, dan kita ini bukan siapa-siapa,
Hanya mengharapkan kebahagiaan dari yang Esa.
Bila mana orang yang kau sayang,
Orang yang kau sanjung,
Orang yang kau puja,
Akan pergi meninggalkan dirimu jauh,
Di saat dia mencapai bahagianya, dan kau bertemu kedukaanmu,
Di saat kau sangat membutuhkannya, tetapi dia melangkah pergi jauh darimu.
Apakah gunanya rasamu itu,
Jika kau tahu dia akan melukaimu,
Dia akan menginjak-injak tubuhmu,
Dia akan merobek siat hatimu,
Dia akan melapah daging, menyentap urat sarafmu,
Dia akan mencelaka sialkan kebaikanmu,
Sampai kau jatuh lumpuh tersungkur,
Dia tidak hairan, dia tidak peduli,
Kerana kau itu, bukan siapa apapun baginya,
Kerana kau itu, hanya persimpangan cuma.
Dia sudah punya sebuah jasad yang dia panggil cinta,
Dia sudah punya sebuah naluri yang dia panggil sayang,
Dia sudah punya hembusan nafas yang dia selalu rindu,
Dia sudah punya seseorang yang dia selalu tunggu,
Lalu, apa gunanya engkau terus menghimpitkan dirimu lagi,
Lalu, apa gunanya engkau terus menghancurkan, melukai hatimu lagi.
Sudah cukuplah beberapa kali kau menderita, hati,
Sudah cukuplah beberapa kali kau memujuk diri,
Walaupun tidak terhitung butir jernih itu jatuh ke pipi,
Sudah cukuplah kau mensampahkan dirimu ke bumi.
Jangan mengagungkan seorang manusia,
Kerna dia bukan Tuhan,
Jangan menyanjungi hamba Pencipta,
Kerna dia bukan kekasihNya,
Tetapi,
Berilah kasih sayangmu kepada mereka secara berpada,
Sayangi hatimu dan jiwamu dahulu,
Dan kemudiannya, kau curahkan dan sedekahkan kepada yang layak menerimanya,
Kerna itulah sebaiknya,
Kau, dia, dan kita ini bukan siapa-siapa,
Hanya mengharapkan kebahagiaan dari yang Esa.
Friday, October 9, 2009
PENAT SUDAH..
Bila pagi2 kau bangun tidur dan menghadap komputer,
Bila kau tengok benda yang membuatkan kau sangat benci dan marah,
Hari2 yang kau mahukan kedamaian di dalamnya bertukar menjadi bangkai,
Busuk, jijik, cam sial,ahhh semualah,
Itulah yang aku rasakan saat ini tanpa aku perlu tahu sebabnya.
Aku benci kamu di saat ini, di ketika ini,
Aku terlalu benci.
Aku sudah penat dengan kepura-puraan sendiri,
Aku terlalu letih dengan ketaksuban diri,
Ketaksuban terhadap ciptaan Tuhan,
Aku tahu kamu tidak layak ku panggil teman,
Aku tahu Tuhan telah makbulkan permintaan,
Mungkin, itu aku tak pasti,
Walaupun lain yang ku harapkan, tapi aku ikhlas,
Menerima apa sahaja pemberian.
Aku rasa macam sampah.
Ya..
Aku rasa macam bangkai.
Betul..
Lama aku terdiam, berfikir perkiraan untuk hari ini dan seterusnya..
Namun siapalah aku, hanya seorang manusia yang tak tahu percaturanNya..
Sudahlah aku penat,
Terlalu penat hatta untuk memikirkan diri sendiri,
Walau sesampah mana pun aku ditempatkan,
Walau sebusuk mana pun aku dibaukan,
Aku tak heran,
Aku tidak peduli,
Aku tak akan biarkan hidup aku disampahkan, dibangkaikan, dan disialkan lagi.
Cukuplah.
Cukuplah untuk hari semalam dan sebelumnya.
Janganlah kau ganggu aku lagi.
Sesungguhnya aku sudah terlalu penat.
Bila kau tengok benda yang membuatkan kau sangat benci dan marah,
Hari2 yang kau mahukan kedamaian di dalamnya bertukar menjadi bangkai,
Busuk, jijik, cam sial,ahhh semualah,
Itulah yang aku rasakan saat ini tanpa aku perlu tahu sebabnya.
Aku benci kamu di saat ini, di ketika ini,
Aku terlalu benci.
Aku sudah penat dengan kepura-puraan sendiri,
Aku terlalu letih dengan ketaksuban diri,
Ketaksuban terhadap ciptaan Tuhan,
Aku tahu kamu tidak layak ku panggil teman,
Aku tahu Tuhan telah makbulkan permintaan,
Mungkin, itu aku tak pasti,
Walaupun lain yang ku harapkan, tapi aku ikhlas,
Menerima apa sahaja pemberian.
Aku rasa macam sampah.
Ya..
Aku rasa macam bangkai.
Betul..
Lama aku terdiam, berfikir perkiraan untuk hari ini dan seterusnya..
Namun siapalah aku, hanya seorang manusia yang tak tahu percaturanNya..
Sudahlah aku penat,
Terlalu penat hatta untuk memikirkan diri sendiri,
Walau sesampah mana pun aku ditempatkan,
Walau sebusuk mana pun aku dibaukan,
Aku tak heran,
Aku tidak peduli,
Aku tak akan biarkan hidup aku disampahkan, dibangkaikan, dan disialkan lagi.
Cukuplah.
Cukuplah untuk hari semalam dan sebelumnya.
Janganlah kau ganggu aku lagi.
Sesungguhnya aku sudah terlalu penat.
CERITA SAYA
Hari ini saya teringat kamu lagi,
Seperti hari2 semalam sejak beberapa bulan yang lalu,
Tapi kali ini ingatan saya makin kuat terhadap kamu,
Bangun tidur, mahu tidur, kala sendiri,
Saya asyik ingatkan kamu.
Saya cuba untuk melupakan kamu,
Saya buang jauh2 kenangan kamu,
Saya padamkan semuanya bukan sebab saya bencikan kamu,
Tapi sebab saya takut saya tak mampu lupakan kamu.
Saya tahu saya ini bukan siapa2,
Saya hanya tempat kamu bersandar,
Saya hanya tong sampah serbaguna,
Mahu disimpan terasa semak, mahu dibuang terasa sayang.
Saya gembira lihat kamu ketawa,
Saya menangis lihat kamu terluka,
Tapi saya lagi pedih lihat kamu bahagia,
Saya bukan perempuan jahat,
Saya cuma manusia biasa.
Hari2 saya berdoa pada Tuhan saya,
Jauhkan kamu dari saya jika kamu bukan orang baik untuk saya,
Dekatkan kamu pada saya jika kamu orang yang mulia,
Kadang2 diberi yang atas,
Kadang2 diberi yang bawah,
Saya keliru, mungkin Tuhan belum berikan petunjuknya.
Saya selalu menangis sendiri,
Kadang2 saya sengaja cari pasal nak menangis,
Supaya saya dapat keluarkan air mata saya,
Supaya saya dapat luahkan rasa sedih tanpa orang lain peduli pasal saya.
Kamu sangat istimewa bagi saya,
Saya akan gembira lihat kamu tersenyum gembira,
Saya akan sentiasa berada di sisi kamu jika kamu perlu saya,
Saya akan jaga kamu seperti saya jaga hati saya,
Saya nak kamu tahu saya ada untuk kamu sampai bila2.
Seperti hari2 semalam sejak beberapa bulan yang lalu,
Tapi kali ini ingatan saya makin kuat terhadap kamu,
Bangun tidur, mahu tidur, kala sendiri,
Saya asyik ingatkan kamu.
Saya cuba untuk melupakan kamu,
Saya buang jauh2 kenangan kamu,
Saya padamkan semuanya bukan sebab saya bencikan kamu,
Tapi sebab saya takut saya tak mampu lupakan kamu.
Saya tahu saya ini bukan siapa2,
Saya hanya tempat kamu bersandar,
Saya hanya tong sampah serbaguna,
Mahu disimpan terasa semak, mahu dibuang terasa sayang.
Saya gembira lihat kamu ketawa,
Saya menangis lihat kamu terluka,
Tapi saya lagi pedih lihat kamu bahagia,
Saya bukan perempuan jahat,
Saya cuma manusia biasa.
Hari2 saya berdoa pada Tuhan saya,
Jauhkan kamu dari saya jika kamu bukan orang baik untuk saya,
Dekatkan kamu pada saya jika kamu orang yang mulia,
Kadang2 diberi yang atas,
Kadang2 diberi yang bawah,
Saya keliru, mungkin Tuhan belum berikan petunjuknya.
Saya selalu menangis sendiri,
Kadang2 saya sengaja cari pasal nak menangis,
Supaya saya dapat keluarkan air mata saya,
Supaya saya dapat luahkan rasa sedih tanpa orang lain peduli pasal saya.
Kamu sangat istimewa bagi saya,
Saya akan gembira lihat kamu tersenyum gembira,
Saya akan sentiasa berada di sisi kamu jika kamu perlu saya,
Saya akan jaga kamu seperti saya jaga hati saya,
Saya nak kamu tahu saya ada untuk kamu sampai bila2.
Sunday, October 4, 2009
SAKITNYA..
air mata sudah kering,
tapi hatiku belum juga sembuh,
sakitnya, lukanya, amat pedih,
tak tahu bila ku mampu bertenang,
persetankan perasanmu,
patahkan apa rasamu,
biarkan ia berlalu,
jangan lagi perbodohkan dirimu.
p/s: aku mmg rasa sgt bodoh saat ini..
tapi hatiku belum juga sembuh,
sakitnya, lukanya, amat pedih,
tak tahu bila ku mampu bertenang,
persetankan perasanmu,
patahkan apa rasamu,
biarkan ia berlalu,
jangan lagi perbodohkan dirimu.
p/s: aku mmg rasa sgt bodoh saat ini..
Subscribe to:
Posts (Atom)